0

 

welcome home angels




Selamat Datang - YM Muhammad Abdul Rachman        Kidung Eden

 


Milis Salamullah-Info

Terpasung PDF Print E-mail
Cerita Dunuk
Thursday, 01 January 2004

Dajjal perempuan itu telah terpasung. Para malaikat menyeretnya keluar dari istananya di dasar laut, lalu mengikatnya di sebuah batu karang besar di tepian pantai. Sementara orang masih saja datang ke sana, laut selatan yang ombaknya selalu menggelora, untuk melakukan persembahan kepada iblis yang dianggapnya masih berkuasa.

Betapa dajjal perempuan itu meronta-ronta dalam tali pasungan. Ia banting- banting tubuhnya ke pasir pantai. Ekornya terlempar ke udara, seolah akan menariknya lepas dari ikatan kencang yang melilit hampir sekujur tubuhnya. Kepalanya yang berbentuk ular naga dan bertanduk sepuluh meronta ke seluruh penjuru mata angin, memancarkan kesakitan dan kemarahan yang dahsyat.

Dajjal betina, si ular naga itu, kini tengah merasakan sakaratul maut. Namun lihatlah, betapa kuat ia, sehingga dalam saat-saat terakhirnya itu dunia masih dapat bergoncang dibuatnya.

Selama ribuan tahun ia telah menguasai manusia, dengan kekuatan hitamnya. Telah pula dinubuahkan dalam Kitab Suci, bagaimana ia memperdayai para raja, para lelaki dan juga perempuan dengan kekuatan sahwatnya, dengan percabulan yang biasa ia tebarkan melalui bisanya. Dan sekarang ini, dalam keadaan sekarat, ia tak mau dinyatakan kalah, dan selanjutnya mati. Begitu besar kekuatannya, sehingga dalam keadaan terpasung oleh tangan-tangan malaikat, ia justru semakin berkoar, dirinya masih menjadi penguasa dunia.

"Wahai, para malaikat yang suci! Kaliankah penyelamat dunia itu, sedangkan semakin besar jumlah pengikutku, tak sebanding bukan dengan kekuatanmu?!" teriak dajjal betina dari batu karang hitam, tempatnya takluk oleh jeratan pasung para malaikat. Air liurnya menetes-netes manakala kata-katanya ia paksakan keluar dengan lantang. Sungguh ruhnya sudah sampai ke urat lehernya, dan tersengal-sengal nafasnya karena cekikan dan lilitan tali-tali kesucian yang diikatkan oleh para malaikat itu.

Sedangkan dari setiap tetesan air liurnya itulah bisanya menebar ke ribuan penjuru dunia. Tak ada tempat yang tak tersapu oleh bisanya yang terbang bagaikan debu-debu itu. Saat manusia berbondong-bondong ingin menyelamatkan diri dari penyakit SARS, maka bisa dajjal yang bagaikan debu itu tak mereka rasakan sebagai bahaya. Sementara sesungguhnya penyakit seberbahaya apa pun di dunia ini tak ada yang melebihi ganasnya bisa dajjal betina itu.

Para malaikat gelisah melihat orang yang sibuk mengenakan masker dan tak mau bepergian jauh walau betapa pun pentingnya urusan pekerjaan mereka itu. Sementara pada saat yang sama, manusia yang rentan terhadap segala penyakit, fisik maupun jiwa, tak melihat bisa si dajjal betina yang terus menerus bertaburan mengelilinginya, tanpa kenal waktu dan tempat. Padahal bisa dajjal sungguh sangat berbahaya, karena dapat menghancurkan manusia dengan cara yang sangat mengerikan. Bila toh tubuh manusia itu masih utuh, maka akan rusak dan terkoyak-koyak pikiran dan jiwanya. Manusia tak mengenali dirinya lagi, terlebih saat ia sudah mengejawantahkan keinginan dajjal dalam setiap gerak-geriknya.

"Haa...huaaaa...haa...! Wahai para malaikat yang pandai, kaliankah yang konon mencerdaskan akal sehat manusia, sedangkan mereka lebih suka mengikutiku?" teriak dajjal lagi dalam pasungannya. "Lihatlah, apa yang terjadi sekarang ini! Engkau telah gegabah, menyatakan kemenanganmu atasku. Tapi lihatlah, yang terjadi di dunia. Siapakah yang berkuasa? Siapakah yang bisa mengguncang dunia, dan juga otak seluruh umat manusia itu? Haa...ha...! "

Para malaikat dengan seksama menyimak ulah dajjal betina di saat-saat terakhirnya. Sungguh mereka melihat kekuatan yang maha dahsyat itu sedang dipertontonkan si ular naga bertanduk. Kekuatan percabulan yang selama ini terbungkus indah bagaikan gemulainya tubuh para penari agung. Dan sekarang, sekujur tubuh manusia terguncang. Tak hanya otaknya, seperti kata si ular naga. Bahkan dari ujung rambut, sampai ujung kaki, para manusia itu telah pandai menirukan gerakannya, meliuk-liuk ganas bagaikan ular yang sedang terancam hidupnya.

"Takdirmu sudah hampir tiba. Kami berjalan dengan para manusia yang siap disucikan," kata para malaikat menyatakan kekuatannya.

"Ha...ha...apa itu pensucian? Usaha kalian yang konyol, musykil, dan mengada-ada itukah yang kalian sebut pensucian? Kesucian itu menegangkan, membosankan, dan memasung kemerdekaan berpikir. Adakah manusia masa kini bisa tahan dengan caramu itu?" dajjal betina itu mengejek sambil menyeringai, menahan kesakitan. Tanduk dan taringnya sama-sama mengeluarkan bau busuk, aroma iblis yang sudah malang melintang di dunia hitam.

Para malaikat membiarkan dajjal betina itu mengoceh ke sana kemari. Tapi melihat air liurnya yang berbiasa dan tak berhenti menetes itu, utusan Tuhan yang suci itu menjadi sangat khawatir. Menghadapi virus macam SARS saja, para manusia sudah amat sangat panik. Apalagi bisa dajjal betina yang keganasannya berlipat-lipat dibanding virus paling berbahaya sekalipun. Semua yang dikenainya, hampir tak bisa tidak akan menyerah dan kemudian mengikuti habitat ular naga itu. Jiwa yang sudah terpolusi oleh bisa ular itu akan dengan sendirinya menyukai percabulan.

"Bagaimana tugas kita melakukan penyelamatan umat manusia, kalau mereka lebih suka bergoyang cabul daripada mengingat Allah?" kata malaikat yang satu.

"Itulah kesulitan kita," kata malaikat kedua. "Kita pun mau tak mau akan mengikuti gerak langkah mereka. Seolah kita pun terikut dalam kehidupan yang sia-sia," keluhnya lagi.

"Ha...ha...tak akan ada kemenangan bagi kalian!" jerit dajjal betina, seolah membaca kegelisahan para malaikat. "Katakan kepada Tuhanmu, akulah penguasa hati manusia."

Mulut dajjal betina yang biasa berkata-kata kotor dan cabul itu sesungguhnya terbiasa bebas mengatakan kata-kata yang paling khianat sekalipun. Namun sesungguhnya ia pun amat pandai bertutur kata merdu merayu. Walau sekejap kemudian bisa berubah menjadi bengis dan kejam.

Dajjal penguasa itu berjenis betina. Maka ia pun merekrut pengikutnya yang kebanyakan adalah kaum perempuan. Tampil dengan berbagai sosok dan gaya. Ada yang berbalut keanggunan dan kecerdasan dan bahkan kesalehan. Namun yang terbanyak adalah yang terang-terangan berpenampilan dan berwajah cabul, dalam setiap kata dan lenggak-lenggoknya. Sayang, tak banyak yang bisa mengenali percabulan ajaran ular naga seperti yang tertera dalam Kitab Suci itu. Karena yang tertampak oleh rata-rata manusia adalah kebebasan berekspresi diri. Apalagi dalam keadaan paling buruk pun, mereka yang menganut percabulan itu bisa mengaku sebagai hamba Tuhan yang baik.

Sungguh Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Dan sesungguhnya tak ada yang ingin diajarkan dajjal betina itu kecuali mengingkar kepada Tuhan dan menjadikan dirinya sebagai pelindung manusia yang terutama. Maka, lihatlah bagaimana manusia berbondong-bondong menghampiri dan bersujud dan menghamba kepadanya.

"Mana mungkin kami ini menjadi musyrik. Kami ini hanya sedang mencari berkah agar dapat terus hidup sehat dan terjamin segala urusan kami," kata para pemuja dajjal betina. "Kami tak pernah menduakan Tuhan. Kami ini kan rajin beribadah kepada Allah, namun boleh dong mencari berkah dari tempat lain. Bukankah itu pula yang diajarkan oleh penguasa negeri kita? Lihat betapa saktinya dia, dalam keadaan tidur pun bisa membaca seluruh masalah yang mengganjal kehidupan bangsa ini."

Maka, semakin banyak saja orang yang datang ke laut dengan membawa segala aneka sesaji. Apalagi Gusti Mangkutabuta, sang penguasa negeri, belum lama ini telah mengadakan perhelatan besar untuk mengukuhkan kedudukannya. Dinyatakannya segala kekuasaan dan kemampuannya menguasai jin-jin, hantu-hantu dan para iblis sekalipun. Pada kesempatan yang sangat langka ini, ia pun mendatangkan penghibur kesukaannya, si Puteri Laut. Perempuan muda yang biasa berpenampilan seronok ini menghibur dengan goyangan tubuh dan juga suaranya.

Adalah Puteri Laut yang tengah menggoncangkan seluruh negeri. Kehidupan masyarakat menjadi hingar bingar oleh pesona Puteri Laut yang mendadak menampilkan gaya menghibur yang menggiurkan sekaligus mengerikan. Betapa tidak, seluruh anggota tubuh, terutama dada, perut dan daerah kelaminnya, bisa bergoyang-goyang sendiri bagaikan ada mesin yang menggerakkannya.

"Aku sendiri tidak tahu, karena ini memang sudah gayaku dari sononya," kata Puteri Laut sambil menunduk malu, ketika ditanya para penggemarnya perihal kelihaiannya menggoncangkan seluruh auratnya itu.

Maka yang bertanya tambah gemas, apalagi Si Puteri Laut yang bertubuh sintal itu mengaku masih perawan, dan harus ditemani oleh orang tua, saudara, atau manajernya untuk sampai ke tempat manggungnya. "Aku takut, orang suka salah sangka melihat goyangan tarianku. Padahal tak pernah ada maksudku memicu sahwat. Mereka saja yang suka berpikiran jorok, setelah melihat pakaian dan goyanganku lantas mengataiku yang bukan-bukan," kata Puteri Laut memelas. Lirikan matanya memancarkan kilatan kekecewaan. Ya, bahkan kedipan matanya pun mengandung bisa si ular naga.

Begitulah Puteri Laut telah menyatu dengan mereka yang memiliki tanda atau cap bisa si ular naga. Karena memang sesungguhnya ia-lah yang diurapi dajjal betina untuk menjadi contoh kekuasaan si ular naga atas urusan percabulan di tengah kehidupan manusia.

Menetes-netes air liur para penduduk negeri yang lelaki. Tubuh mereka pun sudah memiliki tanda bisa percabulan dajjal betina. Mereka merasakan getaran yang mempesona dari sekujur tubuh Puteri Laut yang telah penuh dengan tempelan bisa si ular naga. Sedikit saja tubuh perempuan itu digoyang, maka bisa yang berlendir itu seolah menjadi perekat yang melumuri seluruh tubuh dan jiwa yang melihatnya, dan kemudian menariknya memasuki sebuah lorong panjang, bagaikan bermain-main di dunia hitam yang mengasyikkan.

Satu demi satu kaum lelaki menikmati permainan ini. Tak mereka rasakan percabulan itu karena sudah demikian menyatu bisa Puteri Laut dan bisa yang melumuri tubuh mereka. Maka para lelaki ini mengikuti goyangan si Puteri Laut. Asyik- masyuk, mabuk laut. Demikian juga para perempuan yang berada bersama mereka.

Sungguh para perempuan di bumi bergembira menyambut model tarian baru si Puteri Laut. Selama ini para perempuan terbiasa berteriak haram, manakala ada daya tarik perempuan lain yang menyedot perhatian para suami atau bapak-bapak mereka. Namun tak demikian kali ini. Para perempuan yang telah tertempeli bisa ular tanpa sadar telah ikut bergoyang dan menari bersama Puteri Laut. Mereka terus saja bergoyang dan berteriak-teriak histeris menikmati goyangan tubuhnya sendiri. Tak perduli dadanya yang setengahnya terbuka dan perutnya yang juga setengahnya terbuka dan pakaiannya yang dengan ketat membalut tubuhnya, sehingga menggambarkan setiap lekukannya. Begitulah dajal betina itu mengajarkan berseni.

Para perempuan, ibu-ibu maupun wanita dewasa, anak-anak remaja dan anak-anak kecil, bergembira ria, berjoged bersama Puteri Laut. Lalu tak dinyana, anak-anak pun telah tertempeli bisa si ular naga. Dajjal betina ini demikian pandai mengajuk hati anak-anak kecil yang memang sudah sejak dini dipersiapkan para orang tuanya untuk menjadi penghibur. Maka tak ada yang dipikirkan anak-anak ini kecuali menari, bergoyang di depan penonton yang ingin dihiburnya. Dan mereka pun diajar menyanyi dengan suara meliuk-liuk, mengikuti goyangannya. Tak paham mereka dengan pakaian seksi yang para ibunya kenakan.

Berhasil dengan idenya melumurkan bisa kepada mereka yang mengagumi pesonanya, dajjal betina itu kemudian melambungkan Puteri Laut semakin tinggi. Mendadak perempuan muda ini bagaikan sedang meliuk-liukkan tubuhnya di atas kepala ular naga yang bertanduk itu. Bagaikan tengah berada di atas singgasananya dan kemudian menyemburkan ke sana ke mari melalui liukan tubuhnya. Tangannya menggapai langit seolah ingin menohok dan melawan para malaikat. Sungguh kokoh Puteri Laut berdiri. Di bawah tatapan jutaan mata para pengagumnya, ia kemudian menggoyangkan tubuhnya bagaikan gerakan si ular naga. Cepat sekali tubuh itu bergoyang. Dari bawah ke atas, dari atas ke bawah, meliuk dan meliuk terus tak henti-hentinya.

Maka jutaan orang yang melingkari Puteri Laut itu kemudian serentak menggoyangkan tubuhnya sambil berteriak-teriak histeris. Mereka meliuk dan terus meliukkan tubuhnya, mirip ular-ular yang sedang memenuhi bumi. Maka bisa ular pun semakin bertebaran ke segala penjuru dunia.

Tebahak-bahak dajjal betina itu melihat kebingungan para malaikat. Betapa mudah mengajak manusia bergoyang, meski goyangan itu membuat mereka bagaikan sosok-sosok ular yang mengerikan. Para manusia pun tak sadar sedang terlibat percabulan yang ditebarkan oleh dajjal perempuan.

"Akulah penguasa pikiran manusia!" teriak si ular naga. Ia seolah sedang membuktikan keberhasilannya itu di hadapan para malaikat. Tak perduli sekujur tubuhnya terikat kuat dalam pasungan. Ia bahagia telah mampu mengejawantahkan bisanya ke dalam tubuh dan jiwa manusia, Si Puteri Laut.

Maka jutaan anak buah dajjal betina pun bersorak sorai. Terasa benar jerit kemenangan itu. Padahal sesungguhnya mereka sudah hampir-hampir tak berdaya. Hanya saja, mereka ini, tak seperti ratunya yang terpasung, para anak buah ini masih tetap bebas bergentayangan. Satu persatu mereka mendapatkan tempat untuk mengejawantah. Karena begitu banyak perempuan yang siap mengemban tugas menantang itu. Menjadi penghibur yang mampu menebar pesona dengan cara meliukkan seluruh anggota tubuhnya.

Ketika terbetik berita si Puteri Laut akan pergi berkeliling ke setiap benua, maka dajjal perempuan itu semakin merasa berjaya. Karena sungguh itu semua adalah keinginannya. Tak perduli bila ajal hampir menjemputnya. Para malaikat pun memuja Allah yang telah menuliskan itu dalam Kitab Suci sejak ribuan tahun lalu. Betapa ketika bisa percabulan itu telah mendunia, maka masa akhir hidup dajjal betina itu akan tiba.

Begitulah Puteri Laut akan memerankan tugasnya sejak zaman dahulu kala, menjadi magnit yang dahsyat bagi siapa saja yang terang-terangan dan juga diam-diam menyukai percabulan. Tak usah hal itu dikemukakan, karena bila telah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan pribadi, dan bahkan dalam angan-angan sekalipun, getaran itu akan sampai kepada si ular naga.

Sungguh dahsyat kekuatan naga betina, bahkan di saat-saat terakhirnya. Lihatlah, kini dunia mulai dikuasainya. Di mana-mana ada gambarnya, di mana-mana ada jejaknya, di mana-mana tertulis pesonanya. Puteri Laut telah menjadikan segala yang diinginkannya terlaksana.

Pemujaan kepadanya seolah belum akan berakhir. Orang masih saja pergi ke tepi laut dan memanggil-manggil namanya, mengadukan harapan kepadanya. Harapan keselamatan, keberkahan dan kejayaan dalam hidup.

Sementara terlilit dalam jerat para malaikat, si ular naga berusaha tetap menjadikan dirinya penguasa bagi hati dan pikiran manusia. Seperti biasa, dengan kelembutan yang mendayu, ia tarik kepala para pemujanya itu untuk berzikir dengan mantra-mantra dan bahkan ayat suci guna menguatkan tanduk-tanduk di kepalanya yang hampir rontok. Lalu, diam-diam dengan keganasannya, ia menyuruh ular naga lainnya melilitkan tubuh berikut bisanya kepada mereka yang dengan suka rela selalu memujanya.

Maka menarilah, bergoyanglah, seluruh penduduk bumi, dalam gerak percabulan. Tak terasa dari waktu ke waktu, mereka bergerak menuju lorong hitam yang telah disediakan dajjal betina itu. Si Ular naga dan pengikutnya diam-diam punya rencana busuk, menguburkan para manusia itu ke dalam lorong hitam dan menjadikan mereka pengganti raganya, kelak, di kehidupan yang baru, di bumi yang baru.

 
< Prev   Next >

Dunuk

Siti Zainab Luxfiati



Eden Terbaru

         Terbaru!!   

    Puisi
    Diari
    Refleksi
    Artikel
    Cerita
    Persepsi
    Hikmah
    Quote
    Berita Eden