|
Kini tak dapat lagi diperoleh suatu pernyataan yang tak dimungkinkan memperoleh muatan apapun; kecuali mencari kebenaran.
Setiap kebenaran selalu berada di ambang pamrih dan kejahatan, serta keinginan akan kebenaran itu sendiri. Tiga pintu itu merupakan tiga pintu kebenaran sementara.
Pintu kebenaran sebenarnya adalah sebuah pintu yang telah melalui kebun-kebun dan sungai-sungai.
Kebun diibaratkan sebagai hasil penggalian terhadap kebenaran dan akan tumbuh bermacam-macam bentuk pohon kebenaran. Akan terlihat kebenaran yang kokoh, pendek, atau tinggi tapi mudah digoyangkan oleh angin.
Sungai adalah kebenaran yang mengalir. Kebenaran yang jernih akan terlihat bening, ikan dan bebatuan nyata terlihat dengan jelas. Sungai menjadi air kebenaran yang tak dapat mencuci kebenaran itu sendiri
Demikianlah kebenaran yang diharapkan, haruslah kebenaran yang telah diuji oleh waktu.
Kebenaran baru dirasakan, ketika dia baru melalui pengujian-pengujian dan melahirkan kebenaran baru yang hakiki Sumber : file nomor 10000084, tanggal 10-05-1997 |