|
Waspada terhadap Ujian-ujian Ruhul Kudus yang Muskil |
|
|
|
|
Diari Andit
|
|
Saturday, 19 January 2008 |
|
Pada Majelis Kerasulan hari Sabtu ini (19/1), kembali Ruhul Kudus menggelar prosesi pensucian bagi Bunda Lia Eden dan Komunitas Eden berkaitan dengan mahkota yang telah ditatahkan dua belas bintang yang kini telah dikenakan oleh Bunda Lia Eden. Maka digelarlah pensucian dengan membakar ubun-ubun Bunda Lia Eden dan kaum Eden sebanyak tujuh kali.
Setelah pensucian, Ruhul Kudus menyampaikan sumpahnya untuk menjadikan
segala hal yang terbaik bagi Kerajaan Eden. Namun seiring dengan itu,
Ruhul Kudus pun juga melarang keras Komunitas Eden untuk berbangga,
baik yang tidak sengaja sekalipun. Sumpah Ruhul Kudus itu pun disambut
Tuhan dengan menjadikan apa-apa yang disumpahkan Ruhul Kudus sebagai
Sumpah-Nya.
Dalam sapaannya, Ruhul Kudus menyampaikan permohonan
izinnya kepada kaum Eden bahwa ia akan menguji kaum Eden dengan
ujian-ujian yang muskil. Dan ujian-ujiannya itu biasanya berkaitan
dengan apa-apa yang dicintai oleh kaum Eden serta berkaitan dengan
sifat-sifat dan tabiat-tabiat buruk yang masih dimiliki oleh kaum Eden.
Oleh karena itu, Ruhul Kudus meminta agar kaum Eden menjaga diri agar
selalu senantiasa adil, ikhlas, tulus dan rendah hati sehingga dapat
terhindar dari ujian-ujiannya yang dimungkinkan muskil. Dan tentu saja
ujian-ujiannya ini pula dalam rangka menggenapkan kesucian Komunitas
Eden demi berdaulatnya Kerajaan Eden.
Sungguh kami tidak akan
pernah mengetahui apa yang akan menjadi ujian Ruhul Kudus yang muskil
itu terhadap kami. Kemuskilan yang dimaksudkan dimungkinkan karena yang
menjadi pilihan bukanlah lagi antara dua hal yang salah dan benar,
namun di antara kebenaran yang harus betul-betul dipertimbangkan jalan
mana yang akan dipilih. Dan di sanalah biasanya kemuskilan yang
dimaksudkan Ruhul Kudus itu tampil, namun niscaya selalu terkuak hikmah
kehakikian yang besar di baliknya. Oleh karena itu, kami hanya dapat
berpasrah kepada Tuhan dan berharap diri-diri kami yang masih memiliki
kekurangan ini dilayakkan Tuhan tetap berada di dalam Surga dan
Kerajaan-Nya. Amin.
|