0

 

welcome home angels




Selamat Datang - YM Muhammad Abdul Rachman        Kidung Eden

 


Milis Salamullah-Info

Kekurangan yang Menjadi Kemurnian, Kemurnian yang Disempurnakan Tuhan PDF Print E-mail
Diari Andit
Saturday, 12 January 2008

Dalam Majelis Kerasulan pada hari Sabtu ini (5/1), Ruhul Kudus menghadirkan sebuah pengajaran yang luar biasa kepada kami. Dikisahkan tentang salah seorang Komunitas Eden yang tingkat kesuciannya tak diragukan lagi. Kebaikan, ketulusan dan kesuciannya tercermin dalam perilakunya sehari-hari. Bahkan Ruhul Kudus di dalam salah satu risalahnya telah menetapkannya sebagai wanita tersuci di dunia.

 

Namun di dalam kesuciannya, ternyata ia mengidap sebuah penyakit yang bersarang di otaknya. Ternyata penyakit itu berasal dari adanya sebuah pemikiran yang dimilikinya untuk segera meninggal, jasadnya dibakar dan abunya dibuang ke laut, agar kesucian yang pernah dinyatakan Ruhul Kudus atasnya, tak ternoda. Dan dalam menunggu tibanya saat itu, ia tidak mengisi waktunya dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi Amanat Tuhan di Eden. Sikap itulah yang membuat Ruhul Kudus menyatakan bahwa pengkultusan atas kesuciannya yang tak pernah diniatkannya itu ternyata telah menodai kesuciannya sendiri. Dan itulah yang dibalaskan Tuhan menjadi sebuah penyakit yang diderita olehnya.

Maka bagaimanakah seharusnya ia bersikap? Ruhul Kudus mengajarkan bahwa yang terbaik adalah ia harus tetap bersemangat menyambut dan bekerja mengurusi Wahyu-wahyu Tuhan yang saat ini sedang turun. Maka kesuciannya yang sempat tak sempurna dapat beralih menjadi sebuah kesucian yang sejati dan hakiki dengan tetap bersemangat menjalankan Amanat-amanat Tuhan yang turun di Eden.

Dalam Majelis Kerasulan itu pun, Ruhul Kudus menampilkan figur Komunitas Eden yang lainnya, yaitu salah seorang Komunitas Eden yang sangat rajin dan bekerja keras dari pagi sampai malam dimana ia mengabdikan dirinya untuk menjaga kebersihan Eden dengan membersihkan rumah Mahoni sehari-hari. Kekurangan dalam lisannya membuat Ruhul Kudus menetapkan hukuman berpuasa bicara tanpa batas waktu, namun ia menerimanya dengan lapang hati dan menjalankan hukuman itu dengan ikhlas.

Walaupun ia berasal dari seorang manusia yang pernah melakukan cukup banyak dosa, namun kesungguhannya menebus kesalahannya itu dengan bekerja dengan penuh semangat membersihkan Eden dan menjalani hukuman puasa bicaranya dengan ikhlas, membuat Ruhul Kudus menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan ia akan mencapai kesucian hakiki sebagaimana yang tengah diperjuangkan oleh kaum Eden yang dikisahkan sebelumnya.

Maka pada hari itu, melalui pembahasan Ruhul Kudus atas kedua figur kaum Eden yang ditampilkannya, kami mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga bahwa kesucian hakiki hanya dapat dicapai dengan kesungguh-sungguhan dan semangat pengabdian yang tulus dalam menjalankan segala Amanat Tuhan yang sedang turun saat ini di Eden.

 
< Prev   Next >

Andit

Wahyu Andito




Eden Terbaru

         Terbaru!!   

    Puisi
    Diari
    Refleksi
    Artikel
    Cerita
    Persepsi
    Hikmah
    Quote
    Berita Eden